Skip to main content

Sekuriti Unsrat Konsisten Bina Tinju


Hengky Wuwungan Butuh Topangan Sasana Binaannya

MANADO - (manadotoday.co.id) - Salah satu mantan petinju Sulut yang di eranya juga masuk kategori papan atas Indonesia Hengky Wuwungan masih eksis di jalur yang mengorbitkan namanya itu.

Faktanya, meski dia disibukkan dengan tugas  sebagai salah satu sekurity di  Unsrat Manado namun Hengky tetap bisa mengatur waktu.

"Tugas dinas tanggungjawab utama harus tentu saya laksanakan. Nanti selepas dinas baru bersama anak-anak," kata Hengky suatu ketika di kompleks rektorat Unsrat. 

Tapi program latihan sudah di atur jadwalnya. 

Hengky dikenal mantan juara IBF Intercontinental junior bantam, setelah meng KO petinju Afrika Selatan tahun 2003 dalam duel di Jakarta.

Di Unsrat,  Hengky sempat menjadi ajudan Rektor  Prof Dr Ir Oktovian Berty Sompie M.Eng, IPU-Aseang-Eng dan kini fokus sekurity mash tetap di Unsrat. Bagi shift tentunya dengan teman-teman sekurity lainnya. 

Sejatinya Hengky adalah salah satu produk Panther BC, sasana legend di Manado. 

Nama-nama hebat lahir dari sasana yang pernah  dibina Alm Yoce Mada seperti Alm Adrianus Taroreh, Alm Maxi Karen, Vicky Tahumil, Jeffry Londa, Arman Maabuat, lalu Tommy 'Dals' Bansaleng, Ferry Lamongi,  hingga generasi Melky 'Maciez' Lelemboto.  Sebelum mereka ada nama legenda lainnya  seperti Max Wuwungan juga.  

Meski sempat juga menangani tim Muay Thai Sulut dengan pembuktian sunbangkan 6 emas di PON Papua lalu, kecintaan Hengky terhadap tinju mash  sangat kuat. 

Makanya, dia berinisiatif membina petinju muda di areal rumahnya. 

Nama sasana pun menegaskan marganya yakni Wuwungan Boxing Camp (WBC).

"Bersama rekan-rekan mantan petinju lainnya kita saling bantu untuk membina anak-anak. Hanya dasar hobi saja," kata Hengky. 


Eks petinju yang ikut membantu Hengky antaranya  Tommy Bansaleng, Marcel Tambas dan Yorry 'Kumis'  Lelemboto.

"Rekan-rekan hanya peduli saja untuk membina. Tanpa kompensasi. Saya salut dengan totalitas mereka di tinju," kata Hengky.

Maklum saja, kata Hengky mereka masih berharap suatu waktu sasana mereka bisa mendapatkan sponsor.

Sebab mereka punya misi untuk mengorbitkan petinju muda lagi. 

 "Mudah-mudahan ada sponsor tapi kami terus mencoba mencari," kata Hengky yang bersama Vicky Tahumil begitu pindah ring profesional langsung masuk sasana Jorghie Kho (JK)  di Tanjung Priuk, Kebon Bawang, Jakarta Utara.  (ram)

Comments

Designed by Open Themes & Nahuatl.mx.